Pages

Jumat, 21 September 2012

Contoh Ujian Praktik Pidato SMA

PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
PENGAMBILAN NILAI PRAKTEK BAHASA INDONESIA “PIDATO” 2011-2012
Tema : PENTINGNYA PENDIDIKAN          
                    Pendidikan
    Seperti yang kita ketahui betapa pentingnya pendidikan bagi setiap warga negara yang ada di indonesia maupun di dunia, karena dengan adanya pendidikan dapat membangun generasi penerus bangsa yang mempunyai mutu yang baik dalam berbagai bidang. Karena dengan sekolah dapat menambah wawasan, betapa pentingnya pendidikan bagi setiap masyarakat yang mampu maupun tidak mampu.
    Pendidikanpun terbagi menjadi 2 yaitu pendidikan formal adalah pendidikan dari kelas 1SD sampai kelas 9 yang wajib bagi setiap warga negara indonesia untuk mendapatkan pendidikan tahapan terendah. Sedangkan pendidikan informal yaitu pendidikan yang tak kalah pentingnya bagi setiap masyarakat yaitu pendidikan di luar sekolah adalah les/ekstrakulikuler, karena dengan les tersebut kita dapat mengetahui tentang pelajaran apa yang wajib bagi kita untuk kita pelajari.
    Dengan adanya pendidikan tersebut kita dapat membangun generasi penerus bangsa yang baik dalam segala bidang, dan takala pentingnya bagi penerus bangsa mendapatkan pendidikan yang layak dan setinggi-tingginya, meskipun banyak generasi bangsa yang belom pernah merasakan pendidikan yang layak tapi rata-rata mereka berusaha untuk mendapatkan pendidikan yang layak, meskipun mereka dari golongan menengah ke bawah yaitu pendapatan perkapital yang cukup rendah. Meski begitu merekapun berusaha untuk menyekolahkan anak-anaknya sebisa mungkin dan setinggi mungkin ke jenjang pendidikan yang paling tinggi, karena mereka pikir anak adalah aset paling penting untuk menggantikan orangtua mereka yang telah gagal dalam mencapai impiannya sekaligus menyejahterakan dan menganggkat keluarga mereka.
    Pendidikan yang begitu penting itu terkadang tidak semua warga mendapatkan pendidikan yang layak, teruma masyarakat pedesaan yang jauh dari kata layak dan maju dalam berbagai bidang. Karena pedesaan yang di anggap teknologi yang masih jauh dari kata maju membuat susahnya pendidikan masuk ke daerah-daerah terpencil yang ada di berbagai daerah. Tetapi mereka tidak putus asa dan berusaha menyekolahkan anak-anaknya dan mengharapkan anaknya berhasil, melainkan dengan warga desa warga kota malah menyepelekan akan pendidikan yang begitu pentingnya dengan cara: “tidak mau belajar”  mungkin kesadaran yang tidak ada pada warga kota menganggap tidak penting dan tidak serius dalam belajar, ini yang membuat hancur generasi penerus bangsa.
    Meski demikian pentingnya pendidikan, pemerintahpun tidak diam dengan keadaan pendidikan yang masih jauh dari kata sempurna. Pemerintah pun berinisiatif dan terus membangun mutu pendidikan indonesia yang baik, dengan berbagai cara contoh:progrom BOS(Bantuan Operasional Sekolah) bagi masyarakat yang kurang mampu ataupun mampu akan mendapatkan dana tambahan dari program bos ini dengan bebas dari pembayaran SPP, sedangkan program pendidikan formal bebas berskolah 9tahun (1SD-Kelas 9). Dengan bermacam-macam program yang di jalankan pemerintah, berarti pemerintah mempunyai niatan yang baik untuk membangun generasi penerus bangsa dengan mutu pendidikan yang baik dan layak.
    Menteri pendidikan indonesia yang sekarang Muhammad.Nuh, tetap menjalani kewajibannya dengan baik dengan menjalankan program-program yang telah di jalankan menteri sebelumnya dan meneruskan program-program kerja yang bersifat membangun pendidikan di indonesia, contoh:pembangunan pendidikan di daerah terpencil yang susah di jangkau oleh kendaraan dan biaya sekolah gratis bagi setiap warga yang kurang mampu. Meski demikian tidak semua warga mendapatkan biaya gratis, karena kurangnya informasi yang di dapat oleh masyarakat dan minimnya pemerintah memberikan sekolah gratis bagi masyarakat yang ada di daerah-daerah. karena keterjangkauan tempat dan susahnya akses kendaraan bahkan terkadang minimny sosialisasi oleh pemerintah.
”Siapa lagi yang bisa merubah nasib bangsa kalo bukan kita genearasi penerus bangsa ?”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar